.
Foto Ilustrasi Jonrius Taripar P Hutabarat Bupati Tapanuli Utara.
Sumut. Mengenal Sosok Nama Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. atau yang lebih dikenal dengan nama JTP, merupakan salah satu figur dengan perjalanan karier yang cukup berbeda dalam sejarah politik Tapanuli Utara.
Ia tidak lahir dari jalur birokrasi pemerintahan daerah.
JTP justru menempuh perjalanan dari dunia akademik, kepolisian, kemudian legislatif, sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya untuk bertarung dalam Pilkada Tapanuli Utara 2024.
Kini, ia menjadi Bupati Tapanuli Utara periode 2025–2030.
LAHIR DI TAPANULI UTARA, BESAR DENGAN PENDIDIKAN
Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat lahir pada 26 Februari 1975.
Ia merupakan putra pasangan Jumalan Hutabarat dan Rosinta boru Hutagalung.
Pendidikan dasarnya ditempuh di wilayah Tapanuli Utara, kemudian melanjutkan pendidikan menengah hingga akhirnya tamat dari SMA Negeri 1 Binjai pada 1994.
Setelah SMA, ia memilih jalur akademik yang cukup jauh dari politik.
Ia masuk Universitas Sumatera Utara (USU) dan mengambil bidang Kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1999.
Yang menarik, perjalanan akademiknya tidak berhenti pada gelar sarjana.
JTP kemudian melanjutkan Magister Kimia di USU dan menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang yang sama. Data biografi yang tersedia mencatat gelar doktor tersebut diraih pada 2017.
Dengan demikian, sebelum menjadi pejabat publik, JTP memiliki latar belakang akademik yang cukup kuat di bidang ilmu kimia.
DARI LABORATORIUM MENUJU KEPOLISIAN
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, JTP masuk ke lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Ia mengikuti pendidikan khusus kepolisian, termasuk pendidikan yang berkaitan dengan laboratorium forensik.
Kariernya kemudian berkembang di bidang penyidikan dan forensik.
Ia mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan kepolisian, termasuk SELAPA Polri pada 2009 dan SESPIMMEN Polri pada 2014.
Perjalanan tersebut membuat profesinya tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum di lapangan, tetapi juga dengan aspek ilmiah dan forensik.
PERNAH MEMIMPIN POLRES TAPANULI UTARA
Nama JTP semakin dikenal masyarakat Tapanuli Utara ketika ia dipercaya menjadi Kapolres Tapanuli Utara pada 2017.
Jabatan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya.
Dari seorang putra daerah yang berangkat menempuh pendidikan di luar daerah, ia kemudian kembali ke Tapanuli Utara sebagai pejabat kepolisian.
Setelah perjalanan panjang di institusi kepolisian, JTP kemudian memasuki babak baru: politik praktis.
MASUK POLITIK DAN MENJADI ANGGOTA DPRD SUMATERA UTARA
JTP bergabung dengan Partai Perindo dan kemudian maju dalam pemilihan legislatif.
Pada periode 2019–2024, ia tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Dengan demikian, sebelum menjadi bupati, JTP sudah memiliki pengalaman sebagai pejabat publik melalui dua institusi berbeda:
kepolisian dan legislatif.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal politik ketika ia memutuskan maju dalam Pilkada Tapanuli Utara 2024.
PILKADA 2024: JTP DAN DENI LUMBANTORUAN
Pada Pilkada Tapanuli Utara 2024, JTP berpasangan dengan Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng.
Mereka berhadapan dengan pasangan Satika Simamora – Sarlandy Hutabarat.
Dalam dokumen perkara Pilkada Tapanuli Utara di Mahkamah Konstitusi, hasil perolehan suara yang dicatat adalah:
Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat – Deni Parlindungan Lumbantoruan: 105.505 suara.
Sedangkan pasangan Satika Simamora – Sarlandy Hutabarat memperoleh 58.643 suara.
Total suara sah tercatat 164.148 suara.
Hasil tersebut kemudian menjadi dasar penetapan pasangan JTP–Deni sebagai pasangan terpilih.
20 FEBRUARI 2025: KEMBALI KE TANAH KELAHIRAN SEBAGAI BUPATI
Babak baru dalam perjalanan hidup JTP terjadi pada 20 Februari 2025.
Pada hari tersebut, Presiden Prabowo Subianto melantik Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Deni Parlindungan Lumbantoruan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara periode 2025–2030.
Pelantikan itu sekaligus menandai berakhirnya era kepemimpinan Nikson Nababan yang telah memimpin Taput selama dua periode.
JTP kemudian resmi menjadi pemimpin baru Tapanuli Utara.
DARI KIMIA KE POLISI, DARI DPRD KE KURSI BUPATI
Jika perjalanan JTP dirangkum, jalurnya cukup unik:
KULIAH KIMIA DI USU
MAGISTER DAN DOKTOR KIMIA
POLISI DAN BIDANG FORENSIK
KAPOLRES TAPANULI UTARA
ANGGOTA DPRD SUMATERA UTARA
CALON BUPATI
BUPATI TAPANULI UTARA 2025–2030
Inilah yang membuat perjalanan Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat berbeda dari sejumlah bupati Taput sebelumnya.
Ia datang ke panggung pemerintahan daerah setelah melewati pengalaman akademik, kepolisian dan legislatif.
BABAK BARU TAPANULI UTARA
JTP resmi memimpin Taput bersama Deni Parlindungan Lumbantoruan untuk periode 2025–2030. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga mencatat keduanya sebagai pasangan kepala daerah yang dilantik pada 20 Februari 2025.
Perjalanannya masih panjang.
Karena periode pemerintahannya baru dimulai pada 2025, sejarah kepemimpinan JTP tentu masih terus berjalan.
Yang sudah tercatat hari ini adalah satu hal:
seorang putra Tapanuli Utara yang pernah menjadi polisi, pernah duduk di DPRD Sumatera Utara, akhirnya kembali ke daerah asalnya untuk memimpin Tapanuli Utara dari kursi bupati.
Dari laboratorium kimia, masuk kepolisian, menjadi Kapolres Taput, kemudian anggota DPRD Sumut, dan akhirnya Bupati Tapanuli Utara.(JP)



