.
Media Sorot Nusantaranews
* BATAM* – Aktivitas cut and fill berupa pengerukan tanah dan pemecahan batu di kawasan Jalan Pesona Rhabayu, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, masih berlangsung setiap hari.
Perihal Pengerjaan Proyek Tersebut belum ada kepastian mengenai legalitas kegiatan tersebut. Di sisi lain, warga dan pengguna jalan sudah merasakan dampaknya debu bagi Pengguna Jalan dan Begitu juga Pihak Pengerjaan Cut And Fill tidak Menggunakan Mobil Tangki Air Untuk Penyiraman Debu Tersebut.
Pantauan Tim Media Ciber Rajawali di lokasi, sejumlah alat berat terus beroperasi melakukan pengerukan dan pemecahan batu. Material hasil galian kemudian dimuat ke truk lori roda enam yang keluar masuk lokasi secara bergantian sejak pagi hingga menjelang malam.
# *Warga Minta Transparansi Dokumen*
Warga mengaku tidak menolak pembangunan, Namun mereka menuntut keterbukaan terkait izin yang menjadi dasar kegiatan berskala besar itu yang jadi pertanyaan publik. dan Warga sekitar
“Kalau memang semua izin sudah lengkap, kenapa tidak dibuka ke publik? Jangan sampai masyarakat hanya melihat alat berat bekerja setiap hari sementara kepastian hukumnya tidak pernah dijelaskan,” ujar salah seorang warga Yang Namanya tidak mau dipublikasikan kepada Tim Media Investigasi Cyber Rajawali.
# *Debu Tebal Ancam Keselamatan*
Keluhan utama warga adalah debu. Setiap kali alat berat beroperasi dan truk melintas, debu tebal beterbangan hingga menutupi badan jalan dan permukiman perumahan Pesona Rhabayu sekitar.
“Apabila saat cuaca panas, debunya dari lokasi proyek tersebut seperti kabut, bagi Pengendara motor roda 2 ini sangat membahayakan dan dikhawatirkan terjadi kecelakaan,” ucap warga sekitar.
Hingga kini belum terlihat upaya maksimal dari pengelola untuk pengendalian debu sesuai standar lingkungan dimana Pemko Batam lewat Dinas Perhubungan Seharusnya bertindak tegas demi kenyamanan warga sekitar
# *Truk Material Keluar Masuk Tanpa Henti*
Intensitas truk pengangkut material juga menjadi sorotan. Truk bermuatan tanah dan batu terlihat beroperasi hampir tanpa jeda seakan akan tidak peduli dengan Likungan warga sekitar .
Banyaknya material yang diangkut menimbulkan dugaan bahwa hasil pengerukan tersebut tidak hanya untuk kebutuhan internal proyek. Sejumlah warga menduga sebagian material diarahkan ke kawasan Tiban Global, Namun hal itu masih perlu pembuktian melalui dokumen Cut and Fill dari Pemerintah terkait .
Penanggungjawab bernama Edy
Dalam penelusuran, seorang sopir lori mengaku hanya bertugas mengangkut. Ia menyebut kegiatan di lapangan dikoordinasikan oleh Bernama Edy dari pihak kontraktor alat berat yang beroperasi di lapangan .
Keterangan itu masih sebatas pengakuan narasumber dan belum terverifikasi. Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut belum memberikan klarifikasi.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Instansi terkait Seperti BP Batam, Pemko Batam maupun pengelola terkait status perizinan lokasi tersebut.
Warga berharap DLH, DPMPTSP, dan Satpol PP Kota Batam segera melakukan pengecekan agar aktivitas tidak menimbulkan dampak lebih membahayakan kedepannya .hingga sampai saat ini berita ini dipublikasikan menunggu ruang hak jawab ke publik dan belum melakukan konfirmasi ke sejumlah Instansi terkait.(Tim )


