.
Media Sorot Nusantaranews.
Medan. Pendidikan tinggi seharusnya jadi kawah candradimuka. Tempat mahasiswa ditempa, Intelektual diasah, dan kualitas sumber daya manusia ditingkatkan. Tapi realitanya, kampus hari ini justru lebih sibuk mengejar “kesenangan sesaat”.
Anggaran milyaran lebih mudah cair untuk konser kampus, festival, lomba dan branding di media sosial.
Spanduk megah, panggung mewah, undang artis ibu kota. Semua demi konten 15 detik yang viral, Dengan tujuan promosi Menarik Mahasiswa Baru.
Sementara di sisi lain:
AC mati, proyektor sudah banyak yang rusak
Laboratorium minim alat Praktek, Praktikum hanya jadi teori karena “alatnya belum ada anggarannya”.
Jurnal internasional bayar, tapi mahasiswa disuruh mandiri. Ruang Aspirasi Mahasiswa di abaikan seperti Pembentukan BEM Universitas dan banyak BEM Fakultas dibekukan.
Yang menjadi pertanyaan Besar adalah apa sebenarnya prioritas utama Pimpinan Universitas?
Kampus lupa tugas utamanya: mencerdaskan, bukan sekadar menghibur. Kesenangan sesaat itu candu. Yayasan dan Rektorat dapat tepuk tangan hari ini, tapi 4 tahun lagi lulusannya tidak siap kerja.
Siapa yang rugi? Sudah pasti mahasiswa universitas HKBP Nommensen yang membayar UKT dan BOP
Karena acara wisuda yang megah dan Kegiatan pemborosan anggaran hanya untuk Hura Hura tidak ada artinya jika ijazah yang dipegang tidak bernilai.
Karena foto dengan artis akan hilang di galeri, tapi ilmu dan fasilitas yang layak akan dipakai mahasiswa puluhan tahun ke depan.
*Hentikan pesta. Bangun kampus. Cetak Mahasiswa berkualitas*
Karena negara ini tidak butuh lulusan yang jago selfie di acara kampus. Negara butuh lulusan yang mampu menyelesaikan masalah bangsa.(DS)

