SOROT NUSANTARANEWS
, Kamis, Mei 21, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-09T04:58:16Z
Peristiwa

SAPMA DPD PBB Sumatera Utara Soroti Maraknya Peredaran Bawang Merah Impor Ilegal

.

 



Medan — SAPMA DPD Pemuda Batak Bersatu (PBB) Sumatera Utara menyoroti maraknya dugaan peredaran bawang merah impor ilegal yang beredar di sejumlah pasar tradisional di Sumatera Utara. Kondisi tersebut dinilai berdampak serius terhadap harga bawang merah lokal serta mengancam kesejahteraan petani.


Sekretaris SAPMA DPD PBB Sumatera Utara, Ari Sanjaya S Meliala, ST, mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut dugaan peredaran bawang merah impor ilegal tersebut. Menurutnya, keberadaan bawang impor ilegal dengan harga murah membuat hasil panen petani lokal sulit bersaing di pasaran.


“Peredaran bawang merah impor ilegal harus segera diberhentikan. Jika terus dibiarkan, maka bawang merah yang ditanam petani lokal tidak akan memiliki harga yang layak bahkan sulit terjual di pasar. Ketika pasar dibanjiri barang ilegal dengan harga tidak masuk akal, itu sama saja mematikan usaha petani secara perlahan,” ujar Ari, Kamis (21/5/2026).



SAPMA DPD PBB Sumatera Utara menilai persoalan tersebut bukan sekadar persaingan usaha, melainkan ancaman terhadap keberlangsungan sektor pertanian nasional, khususnya di Sumatera Utara. Ari menegaskan bahwa hasil pertanian petani lokal memiliki kualitas yang baik dan seharusnya mendapatkan perlindungan dari pemerintah.


Senada dengan itu, salah seorang petani bawang merah asal Tano Ponggol, Kabupaten Samosir, Gopindo Nainggolan, mengaku peredaran bawang merah impor ilegal sangat mempengaruhi harga jual hasil panen petani di daerah.


“Saya melihat dalam beberapa tahun terakhir banyak beredar bawang merah impor ilegal. Hal itu sangat berdampak terhadap harga jual bawang petani. Bahkan dijual di harga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram pun petani belum mendapatkan keuntungan karena biaya pengolahan lahan cukup besar. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera bertindak cepat menangani persoalan ini,” ujarnya.


Selain mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan, SAPMA DPD PBB Sumatera Utara juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara beserta dinas terkait agar lebih aktif melakukan pengawasan dan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar yang diduga menjadi tempat beredarnya bawang merah impor ilegal.


Menurut Ari, langkah tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum diperlukan guna melindungi petani lokal serta menjaga stabilitas sektor pertanian di Sumatera Utara.